Diberdayakan oleh Blogger.

About us

Follow Me

RSS

Pegasus Bertekad Patahkan Dominasi Iran di TdS

Pebalap Tour de Singkarak (ant)
Jakarta, (Antara) - Pegasus Continental Cycling Team (PCCT) asal Jakarta bertekad mematahkan dominasi pebalap dari Iran yang selama ini menguasai posisi puncak Tour de Singkarak (TDS) yang merupakan kejuaraan balap sepeda internasional yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata.

"Kami ingin terus memperbaiki posisi. Dengan komposisi pebalap yang ada saat ini, kami ingin masuk dalam papan atas klasemen. Target kami posisi ke dua," kata perwakilan manajemen PCCT, Fila Faliona saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Selama TDS digelar, pebalap asal Indonesia selalu kesulitan untuk menahan dominasi pebalap asing terutama dari Iran. Sebut saja nama Ghader Mizbani yang beberapa kali menjuarai kejuaraan yang digelar di Sumatera Barat itu. Selain itu ada pebalap Iran lainnya yang berada dipuncak seperti Amir Zargari.

Hanya ada satu pebalap yang mampu memutuskan dominasi pebalap Iran yaitu Oscar Pujol Munoz. Pebalap asal Spanyol yang saat itu memperkuat tim Azad University yang juga Iran mampu menjadi yang tercepat bahkan untuk kategori sprint maupun tanjakan juga.

Satu-satunya tim kontinental asal Indonesia itu pada TDS 2015, 3-11 Oktober akan menurunkan pebalap pengalaman dan selama ini menjadi tulang punggung tim nasional. Sebut saja Dadi Suryadi, Robin Manullang, Agung Ali Sahbana, Dani Lesmana, Aiman Cahyadi dan pebalap muda Odie Setiawan.

Bagi Dadi Suryadi, TDS 2015 bisa sebagai ajang pembuktian karena pada kejuaraan yang sama sebelumnya mampu menjadi pebalap tercepat ASEAN (red and white jersey). Dengan komposisi pebalap yang ada, peluang untuk menyodok ke papan atas terbuka.

Sementara itu berdasarkan data dari panitia, TDS 2015 akan menempuh jarak 1.341,5 km yang terbagi atas sembilan etape. Ada 22 tim dari dalam dan luar negeri yang terlibat. Bahkan, pada kejuaraan dengan total hadiah Rp2,5 miliar itu ada satu tim baru yang cukup dikenal yaitu Track Team Astana (Kazakhstan).

Selain tim yang sudah malang melintang di kejuaraan dunia itu juga ada Asian Racing Team (Jepang), Arbo Denzel Cliff (Austria), 7 Eleven Roadbike (Filipina), Holy Brother Cycling Team (Republik Rakyat Cina), Attaque Team Gusto (Taiwan), National Sports Council (Malaysia), Pishgaman Giant Team (Iran), St. George Merida Cycling Team (Australia), Singaha Infinite Cycling Team (Thailand), Team Diferdance Gigi Losch (Luksemburg), Uzbekistan National Team (Uzbekistan).

Sedangkan untuk tim asal Indonesia yang akan turun pada kejuaraan yang sudah tujuh kali digelar ini di antaranya adalah Custom Cycling Team (CCC), BRCC-UBK Banyuwangi, KFC Bike Team dan SAKB Cycling Team.

"Tahun ini lebih menantang. Apalagi banyak tim baik lokal dan asing yang turun pada kejuaraan bergengsi ini. Untuk tahun ini TDS akan dimulai dari Pantai Carocok Pesisir Selatan," kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya dalam siaran pers yang diterima media.

Selain menonjokkan unsur kompetisi, TDS 2015 juga berfungsi sebagai media untuk mempromosikan pariwisata di Sumatera Barat. Balapan ini akan melewati destinasi wisata seperti Danau Singkarak, Danau Maninjau, Bukit Tinggi, Istano Baso Pagaruyung, Kelok 44, Pantai Gondoria serta Sawahlunto. (*)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tour de Singkarak Perlombaan Terfavorit di Asia . - GoSumbar


Tour de Singkarak Perlombaan Terfavorit di Asia
Tour de Singkarak


PADANG, GOSUMBAR.COM - Kegiatan balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2015 segera digelar pada 3 hingga 11 Oktober mendatang. Ajang berkelas internasional ini, mengombinasikan antara balap sepeda dan pariwisata ini akan digelar di 18 dari 19 kabupaten/kota se-Sumatra Barat (Sumbar).

Executive Chairman Tour de Singkarak, Sapta Nirwandar menuturkan, menurut Asian Cycling Confederation (ACC) ajang balap sepeda Tour de Singkarak merupakan perlombaan terfavorit se-Asia.
"Menurut ACC, Tour de Singkarak paling bergengsi dan terfavorit di Asia," katanya, Selasa (29/9).
Dikatakannya, perlombaan Tour de Singkarak, merupakan kejuaraan yang memadukan antara olahraga dan pariwisata.
Ajang ini, bahkan sudah masuk dalam kalender persatuan balap sepeda internasional atau Union Cycliste International (UCI).
Bahkan, Sapta mengatakan, UCI menilai Tour de Singkarak memiliki level 2.2. Sehingga, dikatakannya, untuk semakin mensukseskan ajang Tour de Singkarak, penyelenggaranya bekerjasama dengan Amaury Sport Organization (ASO) yang juga menjadi pelaksana Tour de France di Perancis.
Sapta menuturkan, ajang Tour de Singkarak memiliki sejumlah etape yang menantang dan tidak dimiliki negara-negara lain. Misalnya, etape Kelok 44 di Danau Maninjau, Kabupaten Agam.
Di jalur tersebut, kata dia, pebalap ditantang untuk menakhlukkan tanjakan yang tajam dan keindahan alam Sumatra Barat.
"Tidak seperti biasanya yang finisnya di dataran dan diturunkan (garis finis berada di tanjakan)," ujar Sapta.
Ia menuturkan, pada 2015 penyelenggara Tour de Singkarak melibatkan 18 kabupaten/kota se-Sumbar. Sebanyak 24 tim dari 36 negara rencananya akan menjadi bagian dari ajang balap sepeda ini. Para pebalap akan menempuh jalur sepanjang 1.341,5 kilometer dimulai dari Pesisir Selatan. ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS